Kamis, 15 Maret 2012

perusahaan pengguna SAP (ASTRA)

PT Astra International Tbk

atau lebih dikenal dengan Astra Group adalah salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia , yang didirikan sejak tanggal 20 Februari 1957. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage Singapura.

Meningkatkan Kinerja HRD - PT. Astra International Tbk.

PT. Astra International Tbk berhasil mengimplementasikan SAP – ESSA ( Employee self Service Application) sukses meningkatkan effisiensi internal dan memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan.
Proses Implementasi SAP-ESSA mencakup mulai dari Personnal data karyawan sampai dengan payroll system, implementasi ini direview langsung oleh PT. Astra Grapia sebagai implementor yang diketuai oleh Project Manager Bapak Hencky Yahya dan dibawah pengawasan Bapak. Bambang Patrap Yakin – Deputy Chief A-Sol, PT. Astra Graphia.

SAP AG adalah perusahaan Jerman yang merupakan perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa. SAP didirikan pada tahun 1972 dengan nama Systemanalise und Programmentwicklung oleh 5 mantan karyawan IBM di Mannheim, Jerman. Kantor pusatnya di Walldorf, Jerman. Perusahaan ini mempekerjakan 35.873 pekerja pada tahun 2005.

PT Toyota-Astra Motor atau biasa disingkat dengan TAM merupakan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Mobil Toyota di Indonesia. TAM merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk dengan persentase saham 51% dan Toyota Motor Corporation, Jepang dengan persentase saham 49 %.

Sejarah

PT Toyota-Astra Motor diresmikan pada tanggal 12 April 1971. Peranan TAM semula hanya sebagai importir kendaraan Toyota, namun setahun kemudian sudah berfungsi sebagai distributor. Pada tanggal 31 Desember 1989, TAM melakukan merger bersama tiga perusahaan antara lain :

* PT Multi Astra (pabrik perakitan, didirikan tahun 1973)
* PT Toyota Mobilindo (pabrik komponen bodi, didirikan tahun 1976)
* PT Toyota Engine Indonesia (pabrik mesin, didirikan tahun 1982)

Gabungan semuanya diberi nama PT Toyota-Astra Motor. Merger ini dilakukan guna menyatukan langkah dan efisiensi dalam menjawab tuntutan akan kualitas serta menghadapi ketatnya persaingan di dunia otomotif.

Selama lebih dari 30 tahun, PT. Toyota-Astra Motor telah memainkan peranan penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan termasuk dalam industri pendukungnya. PT. Toyota-Astra Motor telah memiliki pabrik produksi seperti stamping, casting, engine dan assembly di area industri Sunter, Jakarta. Untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi, pada tahun 1998 diresmikan pabrik di Karawang yang menggunakan teknologi terbaru di Indonesia.

Sejak tanggal 15 Juli 2003, TAM direstrukturisasi menjadi 2 perusahaan,yaitu :

* PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia disingkat TMMIN yang merupakan perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan dan suku cadang Toyota. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 5 % dan TMC menjadi 95%
* PT. Toyota-Astra Motor sebagai agen penjualan, importir dan distributor produk Toyota di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 51 % sedangkan TMC 49%

[sunting] Jaringan Distribusi

Dalam mendukung penjualan dan layanan purna jual,TAM dibantu oleh 5 Dealer Utama yang membawahi dealer-dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga bulan Desember 2005 telah terdapat 181 outlet dan 101 bengkel resmi. Berikut ini kelima Dealer Utama yang dibagi berdasarkan wilayah geografisnya :

* Auto 2000 merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur,Nusa Tenggara Timur,Bali,Kalimantan serta sebagian Sumatera
* PT New Ratna Motor merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta
* NV Hadji Kalla Trd Co merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara
* PT Hasjrat Abadi merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi Utara,Sulawesi Tengah,Gorontalo, Maluku,Ternate dan Papua
* PT Agung Automall merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Bali, Riau,Jambi, Bengkulu dan Batam.

[sunting] Produk yang dijual di Indonesia

* Sedan = Starlet*, Soluna*, Cressida*, Corona*, Vios, Yaris, Corolla, Camry, Crown*
* Kendaraan Penumpang = Yaris, Fortuner, Kijang Innova, Kijang*, Avanza, Hiace*, Toyota Land Cruiser, Previa
* Truk dan kendaraan Niaga = Dyna, Hilux, Kijang Pick up*

* sudah tidak diproduksi lagi
[sunting] Struktur Organisasi

* Presiden Direktur : Johnny Darmawan Danusasmita
* Wakil Presiden Direktur : Hideyuki Imai
* Direktur : Benny Redjo, Daisuke Yanagawa, Joko Trisanyoto, Hiroyuki Hirakawa

[sunting] Milestone

* 1971 : PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi didirikan sebagai importir dan distributor kendaraan Toyota di Indonesia
* 1973 : Didirikan pabrik perakitan PT Multi Astra
* 1976 : Mendirikan PT Toyota Mobilindo, pabrik komponen kendaraan niaga
* 1977 : Peluncuran Kijang generasi pertama
* 1982 : Peresmian Parts Center
* 1982 : Pabrik mesin PT Toyota Engine Indonesia mulai beroperasi
* 1987 : Ekspor perdana Kijang ke beberapa negara Asia-Pasifik
* 1989 : Peluncuran Kijang ke 200.000 & produksi Toyota ke-500.000
* 1995 : Kijang Lintas Nusa, Banda Aceh-Larantuka sekitar 6000 Km, memperingati "Indonesia Emas" (50 tahun merdeka)
* 1996 : Peluncuran unit produksi Toyota ke 1.000.000
* 2000 : Peresmian pabrik mobil modern di Karawang
* 2003 : Produksi Kijang ke-1.000.000 unit dan Restrukturisasi TAM menjadi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan TAM sebagai distributor
* 2004 : Peluncuran Toyota Avanza sebagai kendaraan hasil kolaborasi TAM-TMMIN dan PT. Astra Daihatsu Motor

[sunting] Penghargaan

* Superbrands Award dari Superbrands Organization pada tahun 2004 & 2005
* Indonesia Best Brand Award dari majalah Swa dan Mars pada tahun 2001-2004
* Golden Brand Award
* Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) pada tahun 2003 & 2005 dari majalah BusinessWeek dan Frontier
* Indonesian Customer Satisfaction Award untuk produk Kijang (tahun 2001-2005) dari Majalah SWA dan Frontier
* IMI Award dari IMI pada tahun 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar